AKSES JALAN PENGHUBUNG DUA DESA DI CIKIDANG AMBRUG
Akses jalan penghubung antara Desa Bumi Sari dengan Desa Pangkalan, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Dusun Cikajang KP. Simpang RT 02/05 Sempur Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Ambruk.
Hal ini, disebabkan saluran air atau gorong-gorong di bawah jalan ambrug. Lama kelamaan jalan yang sudah di aspal berlubang, hal ini sangat membahayakan bagi para pengendara.
Pas di tengah jalan berlubang dengan kedalaman lebih dari satu meter dan lebar satu meter serta panjang sekitar setengah meter.
Di lubang tersebut ditandai warga dengan bambu dan kayu . Hal itu dibuat agar dari jauh pengendara dan pengemudi menghindar di jalan berlubang baik di siang hari maupun malam hari.
Informasi yang dihimpun , dari warga setempat ambruknya terowongan air disebabkan banyak truk melebih tonase melintas di jalan tersebut. Alhasil saluran air di bawah jalan pecah sehingga sebagian jalan ambruk.
Banyak kendaraan truk bermuatan berat akhirnya sebagian jalan ambruk dan berkubang" kata Heru(35) Kamis(30/08/2018)
Ia mengatakan sudah hampir Dua bulan jalan tersebut ambruk dan dibiarkan saja, hal ini membuat para pengendara harus berhati -hati melintas di jalan tersebut.
"Sudah Kurang Lebih dua bulan jalan tersebut ambruk, hingga saat ini belum ada tanda-tanda terowongan air itu akan di perbaiki padahal jalan akses warga untuk bepergian, jadi kalau ada warga hendak lewat jalan itu harus pelan-pelan agar tidak terperosok," kata Tokoh Pemuda Desa Pangkalan ini.
Hal senada dikatakan Lutfi Ali(38), menurutnya setiap saat ia melintas jalan tersebut selalu hati-hati dan mengurangi kecepatan Motor yang ia kendarai agar tidak terperesok di terowongan air.
"Tiap kali lewat di jalan itu, was-was takutnya motor saya
masuk gorong-gorong, semoga saja jalan itu cepat diperbaiki," keluh Lutfi.(Fauzan)
Akses jalan penghubung antara Desa Bumi Sari dengan Desa Pangkalan, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Dusun Cikajang KP. Simpang RT 02/05 Sempur Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Ambruk.
Hal ini, disebabkan saluran air atau gorong-gorong di bawah jalan ambrug. Lama kelamaan jalan yang sudah di aspal berlubang, hal ini sangat membahayakan bagi para pengendara.
Pas di tengah jalan berlubang dengan kedalaman lebih dari satu meter dan lebar satu meter serta panjang sekitar setengah meter.
Di lubang tersebut ditandai warga dengan bambu dan kayu . Hal itu dibuat agar dari jauh pengendara dan pengemudi menghindar di jalan berlubang baik di siang hari maupun malam hari.
Informasi yang dihimpun , dari warga setempat ambruknya terowongan air disebabkan banyak truk melebih tonase melintas di jalan tersebut. Alhasil saluran air di bawah jalan pecah sehingga sebagian jalan ambruk.
Banyak kendaraan truk bermuatan berat akhirnya sebagian jalan ambruk dan berkubang" kata Heru(35) Kamis(30/08/2018)
Ia mengatakan sudah hampir Dua bulan jalan tersebut ambruk dan dibiarkan saja, hal ini membuat para pengendara harus berhati -hati melintas di jalan tersebut.
"Sudah Kurang Lebih dua bulan jalan tersebut ambruk, hingga saat ini belum ada tanda-tanda terowongan air itu akan di perbaiki padahal jalan akses warga untuk bepergian, jadi kalau ada warga hendak lewat jalan itu harus pelan-pelan agar tidak terperosok," kata Tokoh Pemuda Desa Pangkalan ini.
Hal senada dikatakan Lutfi Ali(38), menurutnya setiap saat ia melintas jalan tersebut selalu hati-hati dan mengurangi kecepatan Motor yang ia kendarai agar tidak terperesok di terowongan air.
"Tiap kali lewat di jalan itu, was-was takutnya motor saya
masuk gorong-gorong, semoga saja jalan itu cepat diperbaiki," keluh Lutfi.(Fauzan)

Komentar
Posting Komentar